Monday, September 22, 2014

Musos To Do List


  • Intro yang dimainkan jangan  terlalu panjang
  • Pemain musik seharusnya memiliki catatan mengenai
  1. Lagu
  2. Tangga nada
  3. Nama WL (hal ini diperlukan agar pemain musik memiliki bank data untuk nada yang diambil oleh tiap WL)
i.      Contoh : WL Grace; Janji-Mu seperti fajar 1= E
ii.      Contoh : WL Ari; Janji-Mu seperti fajar 1= F
  1. Variasi yang dibuat oleh WL
i.      Contoh: Nyanyi dan Bersoraklah ( Reff dulu), 1=G
ii.      Contoh : Ku Masuk Ruang Maha Kudus ( jemaat, musik saja, reff lembut, reff klimaks)
  • Pemusik mesti menguasai musik pengiring sorakan dengan roll yang terdiri dari nada  123 56, mainkan bersama
  • Lagu menjelang ibadah/ lagu teduh harus mengandung melody lagu yang sudah dipersiapkan
  • Melody jangan di nada tinggi terus, saat jemaat menyanyi, bedakan dengan melody intro
  • Pemain musik harus menguasai alur chord/ progressif chord untuk pergantian dari satu nada dasar lagu kepada nada dasar lagu berikutnya sehingga tidak terkesan KASAR pergantian, melainkan harus bersifat LEMBUT, sehingga jemaat tidak menyadari bahwa mereka telah digiring pada tangga nada yang baru.
  • Accord penyembahan jangan monoton, pelajari berbagai accord penyembahan dalam lampiran makalah ini
  • Pemain musik harus peka terhadap situasi, misalkan terjadi mati lampu, apakah yang akan dilakukan, apakah drumer saja yang akan memandu, ataukah diperlukan gitar akustik untuk memandu jemaat.
  • Kode accord kepada pemain musik lainnya, harusnya jangan dengan mimik bibir, tetapi harus menguasai kode jari
  • Jangan Stem alat saat jemaat sudah datang
  • Pemusik harus tahu porsi sebagai
  1. Iringan tunggal instrumental ( untuk diperdengarkan sebelum ibadah) (Kesempatan munculkan lagu baru)
  2. Iringan Homily ( jangan bermain di nada tinggi, dan terlalu banyak variasi, harusnya main di accord saja dengan pilihan timbre string) Landasan alkitabiah: II raj 3: 15
  3. Iringan jemaat
  4. Atau bersama jemaat menyanyi accapella ( di sini harus tahan diri secara instrumental, dan mari bergabung dengan jemaat secara vokal)
  5. Iringan penyanyi solo
  6. Iringan penyembahan
  7. Iringan jemaat pulang ( munculkan lagu baru)
  • Pemain musik harus ikut bernyanyi bersama jemaat, dan apabila ada kesempatan accapela, sebaiknya pemain musik ikut bertepuk tangan, berdiri (jika memungkinkan) dan mengikuti gerakan yang diinginkan WL (jika ada dan memungkinkan anda bergerak tanpa meninggalkan area musik)
  • Jangan bermain intro hanya kalau judul lagu disebut oleh WL, musik harus jalan terus
  • Jangan Pejam mata sehingga tidak melihat WL
  • Pemain musik pantang menghindari dengar khotbah
  • Jangan menunggu, tetapi musik harus jalan terus, instumental jangan sampai kosong
  • Hindari penggunaan transpose, berlatihlah main di tangga nada kromatis seperti C#, Db, dll
  • Buatlah arransement baru pada lagu yang sama
  • Pemain musik mesti pandai pandai mengatur alur accord apabila coda yang dipakai oleh WL tidak menyelesaikan keseluruhan melody yang ada
  • Keyboardis sebagai leader harus memberi kode pada pemain musik lainnya, untuk ending/ accord penutup apakah lewat accord ii, iv, vi, v# viib , dll
  • Pemain musik harus bekerja sama dengan WL dan belajar peka saat WL mengajak jemaat secara step by step membuat MOVEMENT/ gerakan, step by step ini dapat dimulai dengan style 1, style 2, dst sampai pada lagu dimulai, musik masuk secara lengkap melodi dan irama.
  • Pemain musik  harus menguasai nama JUDUL LAGU, dimana nama judul lagu tersebut menjadi keseragaman dengan WL dan LCD Operator, jadi bukan kalimat pertama lagu (walaupun ada beberapa lagu yang mana kalimat pertama lagu sama dengan judul lagu, tetapi tidak semua lagu seperti itu)
  • Pemain musik harus memiliki kepekaan untuk secara cepat mencari nada yang dinyanyikan oleh Pembicara secara mendadak/ tanpa intro.
  • Pemain musik harus memiliki kepekaan terhadap dinamika suara kode lembut/keras/cresscendo/decresscendo, yang diberikan oleh WL, juga kode yang berhubungan denga dinamika tempo, cepat dan lambat, accelerando serta ritardando
  • Pemain musik harus peka saat ice breaker, dan bantu jemaat dan wl dalam mensukseskan ice breaker ini.
  • Pemain musik harus berlatih untuk 1 paket urutan lagu dan penyembahan yang tidak terputus tetapi mengalir terus

Contoh Chord Penyembahan


  1.  I  .  IV  .  / V  .  .  .  //

  1. I  .  V  .    /  IV  .  .  .  //

  1. ii  . . .      / V . . .        // 

  1. I  .  vi  . / ii  .  V  .  //

  1. I  .  vi  .  / IV  . V . //

  1. vi  .  ii   .  / V  .   vi  .  //

  1. vi  .  ii  .  / iii  .  vi  .  //

  1. vib  . viib  .  / I .  .  .  // peperangan/megah

  1. ii  .  V  / iii  .  vi  .  /  ii  . V  .  / I .. .  /

  1. IVM7 . . . /  iii7 . .  .  / ii7  .  . . / I . . . //

  1. vi  . V  . / IV  .  III  .  //

  1. ii  .  III7 .  / vi . . . //

  1. I  .  I7  .  / IV  .  .  .  /
IV .  iv

  1. I . viib  .  / IV  .  .  .  /
IV  .  iv . /

  1. I  .  V  .  /  IV  .  .  .  /
IV  .  V . /

  1. I  .  IV  .  /  V  .  .  .  /
V  .  IV . /

  1. I  . V  .  /  ii7  .  .  .  /
ii7  .  V . /

  1. I  .  ii7  . / V  .  .  .  //
V  .  ii7  .  /

  1. I  .  v7  .  /  IV  .  .  .  /
IV  .  iv  .  /

  1. I  .  .  .  / II . . . / IV . . . / iv 6. . . //


Wednesday, September 17, 2014

Persiapan Seorang Singer Dalam Tim Pujian dan Penyembahan


Seorang singer haruslah seorang penyembah Allah (worshippers), sehingga persiapan 


seorang  singer tidak hanya pada saat menjelang pelayanan saja melainkan setiap saat 

membangun kehidupan rohaninya melalui penyembahan.


Singer harus penuh Roh Kudus, agar ada URAPAN dalam pelayanannya, ia senantiasa 


mengandalkan Roh Kudus dan mempersiapkan dirinya untuk semakin peka dalam tuntunan 

dan pekerjaan Roh Kudus.


Singer haruslah seorang yang suka berdoa :

1. Mempersiapkan diri dalam doa khusus bagi seluruh team yang ditunjangnya bagi acara 


yang akan dilayani. hafal Lirik lagu. 


2. Berlatih khusus. memiliki kemauan kuat untuk meningkatkan “Skill”-nya.



Fungsi Singer dalam tim praise and worship 

1. Memberi tenaga vokal (vocal power) pada setiap pujian dan penyembahan yang dinaikkan.


2. Memberi harmoni dan keindahan pada setiap pujian yang dinaikkan.


3. Memberi inspirasi dan mendorong umat untuk memuji dan menyembah Tuhan melalui:

Ekspresi muka, mata, m
engangkat tangan atau bertepuk tangan, gerakan atau tarian tertentu.

4. Menopang pemimpin pujian dan pemusik melalui doa.



Sumber : http://www.fgbmfi.or.id

Thursday, September 4, 2014

kesalahan Dalam Pujian dan Penyembahan


  • Terlalu banyak menggunakan lagu yang baru didalam pilihan lagu  atau menggunakan lagu yang kurang dikuasai oleh Musisi dan singer . pilihlah lagu yang sederhana dan dikuasai semua anggota Praise and worship

  • Memilih kunci lagu yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuan singer. Perlu diingat bahwa Wanita menyanyi pada kunci yang lebih rendah dari pada laki - laki. Pilihlah kunci yang nyaman untuk dinyanyikan

  • Tidak menguasai tempo dan ending lagu - sehingga singer tidak jelas kapan harus mulai menyanyi atau berhenti bernyanyi

  • kurang dynamic dan aransemen - tidak memperhatikan kapan lagu harus dimainkan keras atau lembut. hal ini membuat lagu terdengar datar dan membosankan
  • kurang komunikasi - Worship leader harus efektif dalam berkomunikasi dengan para singer dan musisi pada saat memimpin praise and worship. banyak kasus dimana salah satu musisi tidak menyadari bahwa Lagu sudah diakhiri

  • tidak menguasai melodi lagu dengan baik atau tidak hafal text lagu. sehingga nada yang dinyanyikan tidak sesuai atau sedikit berbeda dari aslinya
  • pastikan semua anggota praise and worship bermain pada kunci yang seragam.
  • kurang kekompakan dalam band.
  • kurang latihan dan persiapan. Terkadang Musisi dan singer tidak mengetahui lagu apa yang hendak di latih pada saat di studio. masalah selanjutnya, Musisi dan singer hanya mengandalkan latihan di studio, tidak latihan sendiri dirumah.    
  • Tidak menguasai tempo lagu. banyak kasus dimana lagu dimainkan terlalu cepat
    .
  • Instrument tidak di Tunning dengan baik. hal ini simple namun membawa pengaruh negatif yang besar apabila tidak dituning dengan baik